Musical Film 5 in One Ratna [HQ Audio]

Предыдущее видео
Автовоспроизведение
Следующее видео

Списибо за оценку!
Поделись еще и с друзьями!

Вам не понравилось видео. Спасибо за то, что поделились своим мнением!



0


Загрузка...


Описание

00:00 | Meusyen Ugampong
06:53 | 7 Uroe 7 Malam
11:24 | Saban Tasaba
18:00 | Surat Mirah
22:36 | Ratna

Lirik: Syah Loetan
Vocal: Syah Loetan
Artis: Danu S Loetan & Shintia Vitaloka
Album: Atjeh Selatan
Copyright © Kasga Record

◆◈◆

Lima lagu dari Album Legendaris Atjeh Selatan karya besar Syahloetan ini kami gabung menjadi satu track Video klip Film Musical kisah cinta yang mengharukan.

Al kisah seorang pemuda (Dhanu) pergi merantau ke Medan untuk bekerja sambil kuliah di Universitas Sumatra Utara (USU).
Dhanu merindukan kekasih yang ditinggalkan, ia pun merindukan kampung halaman “1. Meusyen Ugampong”

Setelah lulus kuliah ia bergegas pulang ke kampung halaman, ia kemudian mencari (Ratna) sang gadis manis pujaan hati yang sudah lama ia tinggalkan. Setelah 7 Hari 7 malam “2. 7 Uroe 7 Malam” Dhanu mencari menjelajahi ke berbagai daerah sambil terus bertanya tanya, akhirnya Dhanu bertemu Ratna di sebuah Sanggar Seni Budaya.
Dhanu merasa sangat berbahagia telah bertemu sijantung hati yang dirindukan, Ratna menerima kedatangan pujaan hatinya sekaligus mengajaknya untuk menari. Setelah berpikir matang dari berbagai kesabaran “3. Saban Tasaba” lalu kemudian mereka pun menikah.

Sebuah rumah tangga terbina atas dasar saling mencintai dalam kasih dan sayang, mereka hidup sederhana di sebuah rumah kontrakan, rukun damai bersama seorang bayi buah perkawinan. Namun, tidak lama kemudian badaipun datang melanda menerpa mahligai rumah tangga mereka, Ibu dan Ayah Ratna datang ke rumah Ratna saat Dhanu tidak ada di rumah, lalu memaksa Ratna untuk dibawa pulang kerumahnya.

Dhanu sedang mencari pekerjaan mendatangi kantor-kantor dari pintu ke pintu sambil membawa surat lamaran.
Betapa pedihnya hati seorang suami ketika ia pulang ke rumah tidak menjumpai lagi istri dan anaknya, yang ada hanya sepucuk surat “4. Surat Merah” air matanya pun tak terbendung mengalir dalam kesedihan mendalam, ia sadar harus bersabar tawakkal dan ber do’a agar tabah dalam menerima cobaan dan segera mendapat pekerjaan.

Dalam kesendirian dirumah, tiba-tiba datang tukang Pos mengantar surat, surat panggilan kerja, Dhanu pun kemudian bekerja di Bank BPD Aceh.

Enam tahun kemudian.
Ratna hidup di sebuah rumah yang diberikan oleh orang tuanya yang dulu memaksa dia untuk menikah dengan seorang lelaki lain yang dianggap kaya, Ratna bekerja sebagai pegawai honor, Jabir suami baru Ratna tidak punya pekerjaan lagi karena dipecat dari pegawai negeri sebab korupsi,
Syifa satu satunya anak Ratna kini berumur 7 tahun tinggal bersama di rumah itu, ketika Syifa ingin mengambil air minum, tiba tiba tanpa sengaja piring yang ada di atas meja terjatuh dan pecah.

Syifa kecil berdiri ketakutan lalu dimarahin habis-habisan oleh ayah tirinya, Syifa jadi sangat takut sama ayah tirinya, Syifa kemudian melarikandiri, Jabir suami Ratna duduk diteras rumah, entah bagaimana selembar surat melayang layang lalu menukik jatuh didepan Jabir, Jabir membuka kertas dan membaca yang ternyata surat kerinduan Dhanu berjudul “5. Ratna” yang diterbangkan angin hingga ke tangan Jabir.

Ratna pulang ke rumah disambut marah oleh suaminya, tapi Ratna menaruh perhatiannya ke Syifa yang biasanya selalu menyambut Ratna pulang, Ratna mengajak suaminya dan mereka mencari Syifa. Syifa berjalan di trotoar depan Bank BPD Aceh, ia menemukan sebuah dompet. Syifa memungut dompet, membuka lalu melihat ada kartu nama Gambar Bank BPD, lalu anak kecil itu masuk ke pekarangan Bank dan menyerahkan dompet ke salah satu satpam di depan pintu dekat gerai ATM, satpam menyuruh Syifa menunggu, satpam masuk ke dalam sambil membawa dompet untuk diserahkan sekalian ingin memperkenalkan pemilik dompet dengan Syifa.

Ratna dan Jabir telah keliling mencari Syifa, namun belum juga ditemukannya,
Ratna mengajak Jabir masuk ke Bank BPD untuk menarik uang di ATM, Jabir menunggu di parkiran dan Ratna antri di ATM Bank, tanpa sengaja Ratna menoleh ke kiri dan melihat Syifa di dekat pintu sedang berdiri, tanpa mmembuang waktu Ratna pun berlari menjumpai dan langsung memeluk Syifa anaknya sambil menangis, tidak lama kemudian sang pemilik dompet datang bersama satpam, pemilik dompet itu adalah Dhanu ayahnya Syifa suaminya Ratna, tapi Syifa dan Dhanu tidak saling kenal, drama pertemuan itu menjadi haru biru, betapa Allah telah menemukan kita disini, itu ayah kandungmu nak, dan ini anak kita Dhanu ‘kata ratna’ sambil menangis. Jabir menyaksikan adegan itu dari tempat parkir di atas motornya, Jabir yang pencemburu buta itu tancap gas sepda motornya dengan kencang, tiba tiba terdengansuara dentuman keras, suara tbrakan, Ratna, Syifa dan Dhanu serentak terkejut kemudian menuju ke arah suara dentuman tersebut.

Jabir tergeletak di bawah ban mobil bersimbah darah, Syifa menuntun ucapan kalimah tauhid sambil menangis, Jabir pun meninggal dunia. Tinggallah Ratna, Syifa dan Dhanu.
Selamat menikmati.

Cerita ini adalah fiksi, mohon maaf apabila ada kesamaan.
Scenario dan Sutradara
Syekh Ghazali.
Видео добавлено пользователем dosakan

Написать комментарий

Комментарии

Комментариев нет.


Последние статьи